Thursday, January 18, 2007

See You at The Top

Sudah lama saya tidak update blog saya. Berhubung di TDA lagi semangat karena akan ada HUT TDA yang pertama dan juga ada acara Wisuda. Saya sedikit cerita sesuatu yang terjadi pada menjelang lahirnya TDA.

Saya teringat pada sahabat saya, kawan satu sekolah dan satu kampus, Arman (bukan nama sebenarnya), karena saat talkshow pertama Pak Roni pada tanggal 22 Januari 2006 (23 Jan HUT saya :P) saya sempat menghubungi sahabat saya ini untuk join ke acara Pak Roni tersebut karena acara talkshow diselenggarakan tidak jauh dari rumahnya. Dan dari talkshow lahirlah keluarga besar TDA (Tangan Diatas) ini.

Saat itu saya sangat bersemangat karena Pak Roni meminta saya dan kawan-kawan lainnya untuk membantu terselenggaranya acara talkshow tersebut. Dan yang membuat saya senang adalah saya akan mendapatkan teman-teman baru yang mempunyai semangat dan jiwa yang sama akan kewirausahaan.

Dan karena itu saya mengundang Arman untuk hadir. Kenapa Arman? Karena ia adalah pengusaha di bidang IT sama seperti saya. Ia adalah programmer yang cukup handal. Bersama saya pula kami sama-sama menggarap satu project software development untuk sebuah pabrik saat itu.

Arman menikahi teman sekolah kami juga. Dari istrinya ini pula, yang latar keluarganya pengusaha, ia mempunyai impian yang tinggi maka ia memilih untuk menjadi pengusaha. Bersama istrinya, dirumahnya yang ia jadikan juga untuk kantornya, ia membuka counter/toko obat-obatan dari China. Di dinding tokonya terpampang poster-poster Andri Wongso dengan motivasi-motivasinya. Ia begitu bersemangat menjalankan usahanya tersebut.

Kami terus saling memberi semangat, ia pun mendorong saya untuk mempensiunkan istri saya bekerja. Memang istri saya masih bekerja di maskapai penerbangan nasional. Saya sering sekali berkunjung ke rumah yang sekaligus kantornya tersebut karena kami memang sedang ada project bersama. Nah saat berkunjung itu ia selalu bercerita bagaimana senangnya mereka menjadi pengusaha. Mempunyai banyak waktu bersama keluarga, ia dan istrinya tiap pagi dapat mengantarkan anaknya ke sekolah international yang iurannya $ 300 per bulan dan malahan sampai mempunyai waktu pula untuk menjemput adik istrinya yang masih kuliah. Dari cerita-ceritanya itu ia seolah ingin saya dan istri saya pun seperti mereka, full mempunyai usaha dirumahnya dan dekat dengan keluarga.

Dan ia menantang saya sambil berkata : “ See you on the top, Im..”
Artinya ia ingin menunjukkan bahwa dengan kehidupannya saat ini ia yakin akan berada diatas saya. Tantangan itu selalu saya ingat.

Kembali pada saat talkshow TDA pertama tadi. Saya sempat menelponnya untuk hadir di talkshow tersebut karena memang tidak jauh dari rumahnya. Namun sayang ia tidak bersedia memenuhi undangan saya tersebut.

Sejalan dengan waktu, saat bulan Juli 2006 usahanya pun goyang dan ia membutuhkan bantuan untuk kehidupannya. Saya mencoba untuk membantunya dengan menawarkan pekerjaan sebagai tenaga IT profesional outsourcing untuk sebuah bank. Lalu ia kirimkan CV-nya ke saya, lalu saya dan kawan saya yang berbisnis di bidang IT Outsorcing ini melanjutkan CV-nya ke sebuah bank papan atas. Setelah proses beberapa wawancara, akhirnya Arman diterima sebagai karyawan outsourcing di bank tersebut untuk 6 bulan. Gaji belasan juta pun ia terima tiap bulannya. Dan hingga kini pun Arman masih menjalankannya, tiap 6 bulan masa outsourcenya diperpanjang.

Dan ia sangat berterima kasih pada saya, beberapa kali ia dan keluarga berkunjung ke rumah saya. Dan saya melihat begitu bahagianya mereka. Apalagi saya pun melihat ia telah mengendarai mobil baru. Sepertinya ia telah mempunyai comfort zone yang baru.

Sebenarnya saya pun ikut senang dengan keadaan dia, namun yang ia pernah bercerita ke saya, bahwa sebagai tenaga IT profesional di bank apalagi ia hanyalah tenaga outsorcing, ia selalu dituntut kerja hingga larut malam, dan malah Sabtu-Minggu pun ia masih bekerja di bank tersebut jika projectnya akan melakukan test atau maintenance terhadap system.

Hal ini yang membuat saya sedih. Karena sebenarnya ia sudah menjadi pengusaha dan mempunyai banyak waktu dengan keluarganya. Kini ia menjadi seorang karyawan lagi dengan waktu yang sangat kurang untuk keluarganya.

Artinya telah menjadi full TDA malah menjadi TDB lagi (istilah di milis TDA). Kalau kata Pak Roni, ini namanya “murtad”.

Yang saya sesali adalah :
- kenapa saat itu saya tidak memaksa ia datang ke talkshow TDA.
- lalu kenapa saya malah memberikan pekerjaan TDB saat bisnisnya susah, kenapa tidak memberikan solusi dan semangat untuk bisnisnya
- ia mempunyai impian yang tinggi akan keluarga dan bisnisnya, apakah artinya saya telah merampok impiannya?

Arman kalau saja saat itu kamu ikut dengan aku ketemu dengan para founder TDA lalu kamu bergabung di milis TDA, saya yakin saat itu kamu bisa bangkit untuk usaha kamu, karena kamu akan mempunyai teman-teman baru di TDA yang luar biasa semangatnya.

Arman kamu telah membiarkan impianmu dicuri oleh orang lain.
Dan kini kita telah lama tidak saling berhubungan karena kesibukanmu di bank tersebut. Dulu tiap minggu kita saling berkunjung dan nongkrong bersama.

Lalu bagaimana saya menjawab tantanganmu? “See you on the top”, katamu menantangku. Tapi apakah dengan cara TDA vs TDB?

Semoga bermanfaat.

Wassalam
IimRusyamsi.com

*Daftarkan segera Anda untuk hadir di HUT TDA I, agar impian Anda tidak dicuri orang lain. :D

No comments: