Jakarta Lumpuh
Jumat, 1 Februari lalu Jakarta kembali lumpuh karena terus menerus turunnya hujan sehingga air tidak tertampung dan menyebabkan banjir.
Saya pada Jumat pagi jam 8.30 tersebut sudah berangkat dari rumah menuju kantor di Mangga Dua Square, keadaan sedang hujan dan air telah mengenangi komplek rumah saya sekitar 10 cm.
Photo disamping ini adalah saat saya melewati Jalan Kalimati menuju Jalan Gunung Sahari Ancol depan Mangga Dua Square, air sudah setinggi 25 cm dan alhamdulillah mobil sedan saya dapat melewatinya.
Setelah berada di kantor dengan kesibukan yang ada, istri saya menelpon bahwa hujan tidak berhenti dan malah komplek rumah saya sudah sedengkul orang dewasa tingginya sehingga air sempat masuk ke carport rumah saya. Dan saya pun tidak dapat beranjak dari kantor karena diluar sana jalan macet dan tergenangi banjir sehingga saya tetap di kantor hingga pukul 22.00.
Sabtu pagi-pagi, saya sempat berkeliling ke rumah-rumah sekitar saya, kebetulan saya sebagai Ketua RT, sedikitnya ada 9 rumah warga saya yang rumahnya tergenang banjir. Warga tersebut mengatakan bahwa baru kali ini rumahnya dimasuki banjir, 2 tahun lalu saat banjir pasang malah tidak masuk. Namun mereka tetap mengucap syukur karena masih banyak di kawasan lain yang mengalami lebih parah dan alhamdulillah fasilitas listrik dan PAM tidak terganggu.
Yah banjir kali ini melebihi banjir sebelumnya, namun karena ini disebabkan karena hujan maka air pun cepat surut di komplek saya. Di beberapa tempat hingga Minggu pagi ini masih tergenangi seperti di Jalan Tol Bandara, kawasan Kampung Melayu dan Pulo Gadung.
Mudah-mudahan pemprov DKI Jakarta tanggap dengan masalah ini yang terus menerus belum ada solusinya untuk ibukota yang vital ini.























