Pernikahan dengan Budaya Betawi
Pernikahan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 Januari 2008 tersebut adalah hari yang berbahagia untuk adik ipar saya, Agus Rosmanto yang melepas masa lajangnya dengan Laili K. Acara pernikahan dilangsungkan di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat.
Laili adalah gadis keturunan Betawi sehingga acara diselenggarakan dengan budaya Betawi. Beberapa kegiatan adat sangat menarik perhatian saya. Dan saya senang kebudayaan kita tetap dilestarikan hingga jaman sekarang ini.
Selamat menempuh hidup baru untuk Agus dan Laili, semoga dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah dan mendapatkan anak-anak yang sholeh dan sholeha.
Dan kepada para undangan, kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya, mohon maaf jika ada kekurangan selama penyambutan dalam acara tersebut.
Saya ingin berbagi beberapa photo yang saya ambil dari ponsel saya :
Calon mempelai pria saat tiba ke lokasi, disambut dengan adat khas Betawi yaitu dimulai dengan rentetan petasan dan Palang Pintu. Palang Pintu ini kegiatan yang bertujuan saling mengenal antar keluarga dan maksud tujuan kedatangan. Dialog pantun dikumandangkan dengan sangat meriah dan mengundang tawa hadirin. Kemudian sebagai syarat diterimanya calon mempelai pria, harus melewati dahulu palang pintu yang dijaga oleh jawara Betawi.
Untuk menembus Palang Pintu tersebut, maka jawara dari calon mempelai pria pun mencoba untuk melewati palang pintu tersebut dengan berkelahi pencak silat. Penampilan pencak silat ini sangat seru, dari tangan kosong, lalu menggunakan tongkat hingga saling menjatuhkan badan.
Photo diatas adalah suasana saat ijab kabul/akad nikah di dalam ruang sholat Masjid Akbar Kemayoran. Diawali dengan sambutan dari perwakilan kedua mempelai lalu, pembacaan ayat suci Alquran kemudian prosesi ijab kabul.
Setelah ijab kabul dibacakan dan dinyatakan sah, maka mempelai wanita dihadirkan untuk sama-sama mendengarkan khotbah nikah dan penandatanganan surat nikah.
Kemudian dilanjutkan dengan penyematan cincin pernikahan sebagai tanda mereka sudah sepasang suami istri. Lalu acara dilanjutkan dengan sungkeman kepada kedua orangtua masing-masing, dan dilanjutkan dengan penyampaian ucapan selamat oleh para hadirin yang menyaksikan acara akad nikah tersebut.
Inilah tempat acara resepsi pernikahan yang terletak dilantai dasar Masjid Akbar Kemayoran dengan latar tata rias yang bagus dan modern. Saat penganten memasuki ruang ini dihantarkan dengan adat budaya Lengser (adat Sunda, Agus dari Sunda, jadi ada pencampuran adat diacara ini, sangat menambah khazanah adat budaya kita).
Photo diatas suasana para undangan saat berlangsungnya resepsi. Sayangnya saya kurang mengambil photo-photo didalam aula tersebut. Maklum karena ikut sibuk menyambut tamu dan menemani tamu-tamu. Oh yah, diacara tersebut saya juga mengenakan pakaian berwarna putih seperti pengantin pria, wah jadi ingat saat nikah dulu....hehehe...mau lagi? gak ah... :D












