Showing posts with label Tips Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Tips Bisnis. Show all posts

Friday, February 08, 2008

Public Speaking Perlu Tidak?

Beberapa hari lalu, kami menerima ajakan dari seorang teman untuk bersama-sama mengikuti workshop Public Speaking by Tantowi Yahya yang di organize oleh Prime Consulting.

Bagi kita seorang pebisnis dan mempunyai aktifitas di komunitas dan lingkungan sosial lainnya, public speaking ini sangatlah diperlukan. Charles Bonar Sirait (CBS) didalam bukunya "The Power of Public Speaking" mengungkapkan bahwa "...public speaking bukan hanya milik selebriti, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berbicara".

Apa itu public speaking?

CBS dalam bukunya tersebut, menyebutkan bahwa Public Speaking adalah seni bicara, adalah kombinasi antara pengalaman, kemampuan diri serta seni, seni yang menggabungkan semua ilmu dan kemampuan yang kita miliki, memberanikan bicara di depan umum artinya siap menyampaikan pesan kepada orang-orang yang latar belakangnya berbeda. Dan public speaking tidak membutuhkan bakat alam, dapat dipelajari dengan latihan terus menerus berbicara dan menambah pengetahuan apa saja. Public Speaking sangat penting bagi kita yang ingin sukses.

Tantowi Yahya dalam web Tantowi Yahya Public Speaking School, mengungkapkan kapan public speaking dibutuhkan, seseorang atau sebuah organisasi akan membutuhkan public speaking antara lain dalam :

  1. Presentasi produk, sistem atau jasa
  2. Persuasi penjualan
  3. Layanan pelanggan
  4. Roadshow korporat (investasi, listing/delisting, M&A)
  5. Telemarketing/telecanvassing
  6. Wawancara (interviewer maupun interviewee)
  7. Peluncuran produk/outlet baru
  8. Jumpa pers (olahraga, budaya, bisnis)
  9. Pelatihan/pengajaran/coaching
  10. Meeting atau rapat kerja
  11. Kampanye atau penyuluhan
  12. Pembukaan cabang baru dan masih banyak lagi
Dari kenyataan di atas public speaking jelas kita perlukan untuk bisnis kita.
Alhamdulillah saya pun telah merasakan manfaat dari Public Speaking.

Di TDA sendiri, saya telah banyak mendapat kesempatan untuk belajar untuk tampil berbicara di depan umum dan saya yakin telah banyak rekan-rekan lainnya yang telah mempunyai kesempatan yang sama dengan saya untuk belajar tampil di depan umum pada aktifitas-aktifitas TDA selama ini.

Dengan dapat tampilnya kita berbicara di depan umum maka kepercayaan diri pun meningkat. Pak Ikhwan Sopa di dalam blognya, mengungkapkan bahwa orang sukses pasti percaya diri, bahwa sukses mereka, ditentukan oleh rasa percaya diri yang lebih baik saat berkomunikasi. Saat berkomunikasi dengan orang lain, dan saat berkomunikasi dengan diri sendiri.

Dan kita dapat belajar pula dari para Public Speaker yang ada di TDA seperti Pak Ikhwan Sopa, Pak Wuryanano, Pak Masbukhin, Ibu Aning, Pak Zaenal Abidin, Pak Yusef J. Hilmi, Pak Haji Alay dan lain-lainnya.

Jadi yuk kita pelajari Public Speaking...tambahkan impian anda, bahwa anda akan tampil di panggung kemenangan kegiatan-kegiatan TDA di masa datang...

Tuesday, February 05, 2008

Saya diingatkan untuk "Testing and Measuring"

Di bisnis saya, DokterKomputer.com dan 4ooeducation.com, saya sedang melakukan pembenahan system di awal tahun ini, mulai dari perekrutan karyawan baru, membangun web baru hingga penerapan aplikasi baru untuk system akunting.

Sisi sales juga merupakan hal penting yang sedang kami bereskan. Alhamdulillah prospek dan coorporate customer baru terus berdatangan tiap harinya, namun yang perlu saya ketahui adalah berapa sales conversion dari prospek menjadi customer dan repeat customer. Kemudian berapa banyak cost yang keluar untuk mendapatkan customer tersebut dan dibandingkan dengan berapa profit yang diperoleh dari customer tersebut.

Saya selalu mengingatkan kepada team, jika ada prospek baru yang menghubungi kami, hal yang mendasar adalah agar selalu ditanya : dari mana mereka mengenal kami. Karena dari jawaban-jawaban prospek baru tersebut, akan membuat kami jadi mengetahui iklan mana yang efektif yang sedang kita pasang dan jika kami tidak melakukan pertanyaan tersebut mungkin kami tidak akan mengetahui mana iklan/promo yang tidak menghasilkan penjualan dan justru memboroskan dari sisi waktu dan budget.

Selama ini iklan dan promo kami lebih bersifat online marketing melalui web, direct email, publikasi atau milis-milis, selain itu juga kami melakukan direct mail, penyebaran brosur, telemarketing dan lain-lain.

Setiap promo dan iklan yang kami lakukan tentu harus kami lakukan testing dan measuring (T&M) sehingga kami mengetahui promo/iklan mana yang tidak efektif sehingga kami bisa menstop cara tersebut lalu pindah ke cara lain atau memperbaiki iklan-iklan yang sebelumnya agar dapa lebih menjual.

Sebenarnya melakukan testing dan measuring ini harus dilakukan setiap jam, tidak bisa hanya sekali-kali. Dan harus dilakukan oleh team keseluruhan dengan disiplin.

Saya teringat pada form "Daily Sheet Testing and Measuring" yang pernah diberikan oleh Action Coach saat saya mengikuti group coaching dengan mereka. Form tersebut masih digunakan oleh team sales kami sebagai daily sheet activity untuk berinteraksi dengan customer. Dari form tersebut sebenarnya kita bisa mengukur sejauh mana team sales kita bekerja untuk bisnis kita.

Saya kembali membuka-buka materi pada saat coaching tersebut dan membuat strategi sales baru lagi untuk meningkatkan sales dengan melakukan testing dan measuring secara disiplin agar target baru di tahun ini dapat tercapai.

Ada satu ebook dari Brad Sugars yang dapat di download tentang "Instant Testing and Measuring". Ebook tersebut memberikan detail bagaimana T&M harus dilakukan dan panduan pemakaian form daily sheet T&M.

Mudah-mudahan bermanfaat dan mengingatkan saya juga untuk selalu menggunakan ilmu tersebut.

Silakan di download di blog saya ini, klik di sini : http://freedownloadbiztips.blogspot.com/

Saturday, January 26, 2008

Faif Yusuf : Buku Rahasia Jadi Entrepreneur Muda

Besok saat di Milad 2 TDA 2008, akan menjadi hari bersejarah bagi sahabat saya, Faif Yusuf. Buku pertama yang ia ciptakan ini akan menghiasi toko-toko buku di nusantara mulai besok dan launching buku tersebut pun pas di acara yang bakal penuh kenangan. Apalagi event besok diketuai oleh Pak Faif sendiri.

Saya salut dengan Pak Faif, dengan waktu yang sangat singkat, beliau dapat merampungkan buku ini. Buku ini berisi kumpulan kisah para pengusaha muda yang sukses berbisnis dari nol dan alhamdulillah sebanyak 17 pengusaha muda tersebut diambil dari komunitas TDA sendiri.

Tulisan didalam buku tersebut selain hasil interview dengan nara sumber namun juga adalah sajian kompilasi yang apik dari blog-blog para pengusaha tersebut.

Diantara para pengusaha tersebut, alhamdulillah saya dimasukkan salah satunya. Tulisan yang ada tentang kisah saya, murni hasil kompilasi yang apik dan sempurna dari beberapa tulisan tentang perjalanan saya di blog saya ini.

Saya ucapkan selamat atas peluncuran buku ini, yang saya yakin akan menambah wawasan bagi pembacanya yang ingin berwirausaha di usia mudanya. Sehingga akan banyak pengusaha baru yang membuka lapangan pekerjaan dan yang akhirnya membantu mengentaskan kemiskinan di negeri ini.

Terima kasih sudah menjadikan saya narasumber untuk buku tersebut.

Pak Faif...luar biasa sempurna untuk anda...bravo...!!! Semoga bulan pertama ini jadi best seller!

Baca lengkapnya di blog Pak Faif.

Cover buku RAHASIA JADI ENTREPRENEUR MUDA


Tentang saya ada di Bab 11 halaman 158-165

Thursday, January 24, 2008

Percaya tidak dengan bisnis Anda sendiri

Kemarin saya dan partner bisnis saya, menemani seorang teman yang ditawarkan suatu bisnis di bidang telekomunikasi oleh seorang pemuda. Pemuda ini menawarkan bisnis yang menurutnya akan menjadi mesin profit untuk teman kami tersebut. Pemuda ini berstatus sebagai TDB atau seorang karyawan dari perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi juga.

Ia mulai mempresentasikan bisnis dan teknis operationalnya yang menggunakan system IT yang canggih. Setelah ia selesai presentasi, kami menawarkan satu format kerjasamanya. Yaitu ia bergabung dengan kami sama-sama sebagai owner bisnis tersebut dan menjalankan bisnis tersebut sehari-hari sedangkan kami sebagai investornya. Investasi yang harus ditanam sebesar lima ratus juta rupiah.

Yang menggagetkan buat saya adalah ia tidak berani langsung bergabung dengan teman kami untuk menjalankan bisnis yang menurutnya adalah mesin profit masa depannya. Ia menawarkan, ia tetap bekerja di kantor TDB-nya tersebut selama 6 bulan dan mengontrol bisnis tersebut dari kantornya.

Penyebabnya ialah pemuda ini, belum apa-apa menurut saya, sudah menuntut semua fasilitas yang lebih seperti di TDB-nya, mulai menanyakan berapa ia akan digaji, asuransi kesehatan, jamsostek, tunjangan kendaraan dan lain-lainnya. Nah mungkin karena tidak jelasnya semua tunjangan diatas maka ia menawarkan tetap di TDB-nya.

Padahal yang teman kami tawarkan adalah ia sebagai shareholder juga, sebagai business owner, sebagai seorang yang full TDA yang mendapatkan fasilitas-fasilitas diatas juga. Bukan lagi sebagai karyawan atau TDB. Dan memang sebagai business owner bukan hanya berbagi keuntungan namun tentu juga berbagi resiko.

Saya berkesimpulan bahwa pemuda ini justru tidak percaya terhadap bisnis yang ia tawarkan kepada teman kami. Dan artinya juga ia tidak yakin terhadap mesin profit yang ia buat sendiri tersebut. Ia masih betah di zona nyamannya dan ia seorang yang mencari job security. Ia belum tersentuh virus entrepreneur. Ia bukan menawarkan bisnis namun sedang mencari pekerjaan baru untuk dirinya.

Tips dari saya adalah percayalah dengan bisnis anda sendiri. Jika anda menawarkan/menjual sesuatu kepada orang lain, buatlah calon pembeli tersebut nyaman dan percaya. Jika kita sendiri tidak percaya akan apa yang kita tawarkan bagaimana dengan orang lain, pasti tidak akan percaya juga.

Sama saja seperti jika kita berjalan di depan kerumunan binatang (sebut saja binatangnya adalah anjing) dengan yakin dan percaya diri, tidak ketakutan pasti anjing-anjing tersebut tidak akan menggonggong kita apalagi mengejar kita. Namun jika kita berjalan dengan ragu-ragu, dan seperti ketakutan dan berjalan sambil berlari, pasti anjing tersebut akan menggonggong dan bisa jadi menggigit kita.

Juga sama jika kita mempresentasikan bisnis/produk kita, lalu kita terlihat ragu-ragu, tidak percaya terhadap bisnis/produk yang akan dijual/ditawarkan, calon pembeli/investor pun akan mencium ketakutan tersebut. Dan pasti akan ogah untuk membelinya...

Thursday, December 13, 2007

Jangan melakukan Telemarketing sebelum baca ini...

Bisnis saya di The 400 Education Center dan DokterKomputer.com mempunyai target customer dari perusahaan-perusahaan/corporate. Untuk bisa masuk ke corporate customer, salah satu strategi marketing adalah Telemarketing yang dilakukan oleh sales kami.

Ada beberapa script telemarketing yang kami gunakan. Kami mengambil pengetahuan dan contoh beberapa script telemarketing dari ebooks yang kami download secara gratis dari site Brad Sugars.

Beberapa type script pada ebook tersebut adalah :

- Telemarketing (Cold List)
- Telemarketing (Follow Up On Direct Mail)
- Door To Door (Cold)
- Incoming Phone Script (Enquiry)
- In-Store Script

Untuk lebih detail tentang script-script tersebut silahkan download di sini dan dapatkan pula contoh-contohnya pada ebooks tersebut.

Semoga bermanfaat untuk meningkatkan bisnis kita...

Friday, November 23, 2007

Inilah contoh-contoh 'Powerful Flyer' dari Brad Sugars

Sudah download Instant Brochures 'kan?
Bagaimana sudah membuat brosurnya untuk bisnis anda?

Nah sekarang saya mau kasih lagi ebooksnya, Instant Flyer dari Brad Sugars.

Apa bedanya Flyer dengan Brochure?

Kalau flyer lebih ke promo tertentu dengan penawaran yang menarik dengan waktu yang limited dan lebih singkat layoutnya.

Namun bagaimana biar flyer yang singkat tersebut dapat menarik pelanggan kita untuk action membeli produk kita?

Ada 7 langkah dalam membuat 'Powerful Flyer' menurut Brad Sugars , yaitu :
  1. Kita harus mengetahui, kenapa kita menggunakan flyer untuk promo?
  2. Kita harus mengetahui, siapa target pasar kita?
  3. Kita harus mengetahui, dimana kita dapat mendistribusikan flyer tersebut?
  4. Kita harus mengetahui, apa yang akan kita tulis di flyer tersebut?
  5. Kita harus mengetahui, bagaimana kita menulis flyer kita tersebut?
  6. Kita harus mengetahui, kapan kita harus mendistribusikan flyer kita?
  7. Kita harus mengetahui, apa lagi yang kita perlu pikirkan untuk flyer tersebut?

Saya pada hari Senin lalu menyebarkan flyer DokterKomputer.com ke customer-customer setia kami dan calon customer, Alhamdulillah respon sangat luar biasa, sampai-sampai kami kebanjiran order dan team kami menjadi lebih sibuk.

Nah mau tau lebih detail apa kata Om Brad tentang 7 langkah tersebut? silahkan download ebooknya.

Dan ada bonus nih, download pula contoh-contoh Flyer yang dibuat oleh client-client yang di coach oleh Action Coaching milik Om Brad Sugars.

Juga bonus menarik lainnya adalah flyer DokterKomputer.com yang saya buat.

Anda bisa download itu semua di blog saya ini, GRATIS, klik menu download di sisi kanan ini.

Semoga bermanfaat dan sukses untuk bisnis Anda.

Ingat Brad Sugars, Ingat Blog saya.

Nantikan ebooks lainnya...

Tuesday, November 20, 2007

Bagaimana mendesign brosur yang dapat menjual?

Saya dan team sedang mere-design brosur baru untuk DokterKomputer.com. Acuan kami dalam membuat brosur adalah guideline dari sang guru, Brad Sugars, pemilik dari Action Coach.

Di guideline tersebut pada saat kita memulai membuat brosur, kita harus mengetahui :

- Seperti apakah brosur yang berhasil?
- Bagaimana dan kapan brosur tersebut dapat bekerja?
- Apa saja yang harus kita tulis di dalam brosur tersebut?
- Jenis huruf apa saja yang dapat dipakai?
- Bagaimana meletakkan gambar didalam brosur kita?
- Bagaimana metata warna dan layout?
- Dimana kita harus mencetak brosur tersebut?
- Apa fungsi brosur untuk bisnis kita? Sebagai sales generator atau sales tools atau presales tool atau anda ingin brosur tersebut hanya sebagai referral tools?

Milikilah guideline tersebut segera untuk membuat bisnis kita meningkat.

Dapatkan free ebooks Instant Brosur dari Brad Sugars di blog ini, lihat di sisi kanan dibawah Shoutbox ada link downloadnya. :p

Dan dapatkan juga ebooks bisnis tips lainnya.

Sukses yah...

Thursday, November 15, 2007

Bagaimana Membuat Business Plan? Silahkan download file : break even calculator

Saya lagi lihat-lihat email di milis TDA 3 hari belakangan ini, eh ternyata ada email yang belum direspon oleh teman-teman. Email dari Pak Yogi ini mungkin juga pertanyaan yang sama dari teman-teman lain terutama yang baru ingin berbisnis.


Saya coba sharing tentang membuat bisnis plan, saya pernah buat saat pertama kali saya mulai berbisnis tahun 2003. Sama, bisnis plan ini saya ajukan kepada investor yang membantu mendanai bisnis saya saat itu. Kalau sekarang kita biasa membuat Action Plan setiap 3 bulan sekali.

Berikut bagian-bagian yang ada didalam isnis plan (saya coba masukkan juga referensi dari Action Coach):

Ada 4 langkah :

A. Keadaan saat ini
B. Perencanaan
C. Eksekusi
D. Evaluasi

A. Keadaan saat ini
  1. Ringkasan Eksekutif
    • mengapa kita tertarik didalam bisnis ini
    • apa keunikan bisnis kita
    • Visi dan misi kita
    • Budaya kerja
    • Key Success Factor
  2. Produk dan jasa yang diberikan oleh perusahaan
    • aspek legalitas
    • jenis bisnis
    • produk / jasa yg dihasilkan
    • penjelasan ttg bisnis yg kita lakukan
    • penjelasan bagaimana bisa menguntungkan dan peluangnya
    • bagaimana hubungan kita dengan supplier, bank dan stakeholder lainnya
  3. Situasi saat ini/latar belakang perusahaan
    • Sejarah berdirinya perusahaan
    • customer kita saat ini
    • Keadaan keuangan
    • Keadaan Pasar
    • Siapa saja team kita
  4. GAP analisa
    • customer yang ingin kita tuju dan keadaan saat ini
    • keadaan keuangan yang diinginkan dan dibandingkan dengan keadaan saat ini
    • analisa pasar, siapa saja target pasar kita, segementasi pasar dll
    • persaingan, siapa saja pesaing kita, bagaimana kondisi persaingannya, list kekuatan dan kelemahan perusahaan kita
    • analisa sdm/team kita
B. Perencanaan (buat masing2 target, tanggal target)
  1. Strategi Pemasaran
  2. Strategi Harga
  3. Strategi Promosi
  4. Strategi Penjualan
  5. System Operation
  6. Rencana pengembangan SDM
  7. Rencana Keuangan (invesment cost dan operational cost)
  8. Analisa Break even
  9. Proyeksi Cash Flow
  10. Proyeksi Neraca
C dan D. Eksekusi dan Evaluasi
  • buat standar test dan measure dari setiap strategi/rencana
  • pastikan semua strategi dapat terukur sesuai rencana (harus SMART : Spesifik, Measurable, Achievable, Result dan Time Frame) buatlah yang realistik.
  • evaluasi dari semua strategi, taktik dan rencana tersebut
  • evaluasi hasil yang didapatkan dari semua rencana tersebut secara berkala
Tools yang digunakan untuk membuat strategi dan rencana diatas biasanya : list 5 ways dari Brad Sugars.

Untuk pembagian hasil ke shareholder, andalah yang menentukan, nanti paling dinego :)
Ok semoga bermanfaat, ini juga untuk mengingatkan saya yg harus membuat action plan setiap 3 bulan sekali.

Pusing yah bikinnya? Saya kasih bonus deh, anda dapat mendownload file : bagaimana cara menghitung break even point (break even calculator dan 5 ways calculator) dari Brad Sugars, klik di sini.

NB. Team TDA Management akan membuat workshop mengenai hal ini untuk teman-teman yang baru memulai bisnis, dinantikan saja yah, bulan Desember rencananya, yang akan dicoach langsung oleh Pak Roni dan kawan-kawan.

Tuesday, November 06, 2007

Cara Menulis "A Fuuntastic Sales Letter"

Pada hari Jumat lalu ada kawan dari TDA yang ingin ketemu dengan saya, beliau sudah hadir di Mangga Dua Square namun sayangnya saya tidak dapat ke M2S dikarenakan terkena kemacetan setelah saya dari Kebayoran Lama. Sehingga kami tidak dapat bertemu.

Pada pertemuan tersebut rencananya, kawan ini ingin berdiskusi dengan saya bagaimana membuat sebuah promosi melalui surat. Karena selama ini menurutnya promosi dengan surat yang ia lakukan belum begitu menghasilkan hal yang bagus. Yah, memang perlu di Test and Measure.

Mungkin di sini saya akan share bagaimana menulis “a fuuntastic sales letter” sebagai pengganti untuk kawan saya tersebut yang tidak dapat bertemu saya.
Cara menulis “sales letter” ini juga saya adopsi pada saat saya mengikuti Group Coaching di Action Coach dan dari beberapa buku Brad Sugars.

7 langkah untuk membuat "a fuuntastic sales letter" :
  1. Siapa target market kita, siapa yang akan membaca surat kita. Jika perlu buat spesifik : umur, jenis kelamin, pendapatan, lokasi mereka. Dan bayangkan anda menulisnya secara pribadi dan berhadapan dengannya.
  2. Apa yang ingin anda sampaikan ke prospek anda tersebut dan apa yang anda ingin hasilkan setelah prospek tersebut membacanya. Anda harus mengetahui juga apa kebutuhan mereka.
  3. Apa solusi atau produk yang anda ingin tawarkan sebagai jawaban dari kekecewaan prospek tersebut dari pesaing kita. Buatlah list apa yang biasa prospek kita temukan atau rasa kecewa saat mencari produk/jasa yang kita ingin tawarkan.
  4. Pada badan surat tambahkan manfaat-manfaat/alasan-alasan mengapa mereka membeli produk/jasa dari kita, misal : layanan gratis, garansi, solusi jitu, dan penawaran yang tidak dapat ditolak.
  5. Tambahkan beberapa elemen penting, seperti Headline, subheadlines, PS (NB:Numpang baca). Gunakan headline yang membuat prospek penasaran dan ingin membaca. Berikan spesial offer dengan limit waktu agar mereka menghubungi kita. Jangan lupa pada amplop juga tambahkan headlinenya, biar mereka mau buka surat tersebut.
  6. Kirimkan surat kita pada hari Selasa atau Rabu. Biasanya Senin akan menjadi hari tersibuk, Jumat mereka sudah malas-malasan.
  7. Yang terpenting follow-up, follow-up dan follow-up semua surat2 tersebut, akan menjadi percuma jika kita tidak menghubungi mereka lagi, paling lama 2 x 24 jam. Tulis diakhir surat bahwa kita akan menghubungi mereka untuk memberikan jasa/produk terbaik.
Dari langkah-langkah tersebut terus lakukan test dan measure. Buat strategy lain jika dari cost yang dikeluarkan tidak menghasilkan income yang bagus. Tapi yakin anda bisa...

Mudah-mudahan bermanfaat untuk diri saya juga.

Download contoh sales letter dari DokterKomputer.com klik disini.



Thursday, November 01, 2007

7 Tips mencari : Soulmate Business / Business Partner

Pada hari Rabu, 31 Oktober 2007, sejak pagi hingga jam 20.00, saya bersama pasangan bisnis saya, Pak Agus Ali, membahas planning bisnis kami tahun 2008 di sebuah hotel. Pak Agus Ali sejak Juli 2007 saya ajak bergabung menjadi partner/pasangan bisnis saya di IT training center : The 400 Education Center.

Bisnis yang saya bangun sejak tahun 2003 ini Alhamdulillah berkembang baik, dan berawal dari komunitas TDA di tahun 2006, saya mengenal Pak Agus Ali, beliau juga mempunyai bisnis otomotif dan consultant management. Menjadi pasangan bisnis seperti layaknya pasangan suami istri. Saya melihat sosok beliau yang saya merasa cocok untuk bergabung dengan saya dan ‘menikah’ dengan saya.

Awalnya beliau yang berlatarbelakang S2 – MM IT dari Univ Bina Nusantara dan memegang sertifikasi internasional Project Management ini dan 13 tahun menjadi TDB di perusahaan IT multinasional, saya tawarkan untuk mengajar di tempat kami untuk kelas : IT Project Management dan IT Quality Assurance. Dari kelas yang kami jual, menghasilkan respon yang positif dari customer coorporate kami. Dan Pak Agus pun senang mendapatkan hasil tersebut. Dan moment ini menjadi ‘kencan pertama’ kami.

Inilah photo 'kencan pertama' kami untuk training IT Project Management - Bank Mega

Beliau kebetulan juga adalah satu group mastermind kami di TDA bersama Pak Roni, Pak Aris dan Ibu Yulia, kami bercerita tentang kegiatan mengajar Pak Agus di tempat saya kepada teman-teman di Mastermind Group, namun teman-teman malah menertawai, katanya wah jadi ‘tuyul’nya Pak Iim. Sontak kami kaget saja mendapati lelucon tersebut. Dan ternyata setelah dipahami maksud teman-teman tersebut kami baru sadar, maksud ‘tuyul’ tersebut. Benar juga.

Kebetulan sekali saya memang mencari bisnis partner yang dapat sama-sama membangun bisnis ini dan tentunya yang sama-sama satu visi dengan saya. Saya melihat itu semua ada pada Pak Agus, maka saya pun menawarkan untuk Pak Agus bergabung dengan saya, jadi tidak hanya menjadi ‘tuyul’.

Tawaran saya ternyata disambut baik, dan hingga sekarang kami menjadi satu atap, satu kantor dan benar-benar telah menjadi satu. Kini sehari-hari Pak Agus berkantor di tempat kami. Dan sejak beliau bergabung, kinerja pun kian meningkat.

Alasan saya untuk bersinergi dengan partner adalah jika saya berbisnis sendiri maka saya mendapatkan hasil A maka jika saya duplikasi dengan menggaet seorang partner bisnis maka hasilnya tentu menjadi AxA (A kuadrat). Maka adalah karena ingin melipatgandakan bisnis dan hasilnya, saya mencari partner bisnis.

Meeting kami tadi juga mengundang ‘calon’ strategi aliansi kami dari hasil network Pak Agus. Dan meeting bisnis plan kami pun menghasilkan beberapa produk dan services yang baru.

Beberapa Tips dari saya dalam mencari soulmate bisnis :

  1. Dia mempunyai satu visi / satu pikiran / mindset dengan kita
  2. Dia mengenal dan memahami bisnis yang kita jalani
  3. Dia mempunyai pengalaman dalam bidang bisnis kita
  4. Dia mempunyai relasi / network bisnis yang bagus sesuai dengan bidang bisnis kita baik dari sisi ‘vendor’ maupun customer
  5. Dia mempunyai latar belakang pendidikan yang sesuai
  6. Dia mempunyai (akses) pendanaan sebagai tambahan modal usaha
  7. Sama-sama untuk bisa saling percaya (seperti orang pacaran kali yah)

Alhamdulillah semua saya dapatkan pada soulmate saya, Pak Agus Ali.
Thanks Pak Agus sudah bergabung dengan kami dan sama-sama meningkatkan bisnis kita ini.

Happy Together!

Monday, July 09, 2007

Harus dilakukan Perubahan untuk Mencapai Target

Setelah saya dan team PT. SP Prima melakukan meeting kerja untuk 3 bulan ke depan kami berbisnis. Maka dengan target yang baru harus dilakukan juga perubahan untuk mencapainya.

Perubahan yang mendasar dan paling awal adalah merubah visi, misi dan budaya kerja kami.
Perubahan ini kami buat bersama dengan team berdasarkan evaluasi sejak awal tahun 2007. Masukan yang berharga dari team, customer, supplier, Action Coach dan kawan-kawan kami harus dituangkan dalam business plan kami.

Berikut ini saya share Visi, Misi dan Budaya PT. SP Prima, sang dokter komputer. Selain komponen-komponen tersebut, kami pun menyusun 90 hari Action Plan kami ke depan.

Visi :

Menjadi Vendor Terbaik dan Pilihan Perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menerapkan teknologi informasi dan komputer

Misi :

  • Kami terdiri dari team IT yang berpengalaman dan mempunyai keahlian khusus
  • Kami memberikan layanan / services di bidang IT seperti service center untuk perangkat keras/hardware dan penjualan software dan hardware
  • Customer kami adalah perusahaan-perusahaan menengah hingga atas yang memfokus IT sebagai penggerak bisnis mereka sehingga untuk permasalahan di hardware diberikan kepada kami
  • Dalam hardware service center kami memberikan pelayanan yang terbaik dengan memberikan jaminan garansi uang kembali jika unit yang diperbaiki mengalami kerusakan, jaminan kecepatan dalam perbaikan, jaminan menggunakan sparepart original dan layanan antar jemput gratis

Budaya

  1. Komitmen : Kami berkomitmen pada visi, misi, peraturan, tujuan/target untuk mencapai kesuksesan kami.
  2. Rasa Memiliki : Semua team kami memiliki rasa memiliki pada usaha ini bahwa sukses dan gagalnya usaha ini akan berpengaruh pada kehidupan kami sekeluarga.
  3. Integritas : Kami memiliki rasa integritas tinggi bahwa semua yang kami telah janjikan akan kami tetapi berlebih kepada customer kami. Dan kami akan selalu berlaku jujur dalam bekerja dengan memanfaatkan semua waktu dan fasilitas pekerjaan untuk sumbangsih keberhasilan usaha.
  4. Excelence : Kami akan selalu memberikan pelayanan yang berkualitas dan terbaik kepada semua team kerja dan customer.
  5. Komunikasi : Kami akan selalu berkomunikasi dengan baik dan benar. Kami hanya membicarakan hal-hal yang positif diantara team kami dan customer.
  6. Kesuksesan : Kami akan fokus pada kesuksesan usaha kami apa pun yang kami kerjakan. Kami hanya ingin berhasil dan menerapkan win-win solution dengan pihak lainnya.
  7. Pendidikan : Kami akan selalu belajar untuk menambah ilmu dan pengalaman kami. Kami akan selalu mengutamakan hal yang dapat dipraktek daripada teori semata.
  8. Kerjasama : Kami akan selalu menekankan rasa kerjasama sesama team kerja sebagai jalan menuju keberhasilan bersama. Akan selalu bertanya kepada team lainnya jika mengalami kebuntuan dan sebaliknya akan memberikan jawaban kepada team lainnya jika membutuhkan.
  9. Keseimbangan : Kami senantiasa melakukan kesimbangan dalam hidup, seperti : ibadah, sosial, keluarga, kesehatan yang akan selalu berdampak kepada finansial dan intelektual kami.
  10. FUN : Kami akan selalu dalam lingkungan yang menyenangkan dan kebahagiaan dalam bekerja.
  11. Sistem : Kami akan selalu berpedoman pada sistem yang telah ditetapkan oleh perusahaan dalam berkerja.
  12. Konsisten : Kami harus konsisten dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan kami kepada perusahaan dan customer kami.

Tuesday, June 19, 2007

Vision and Mission Statement















*Gambar : salah satu Misi Microsoft.


Sudah lama saya tidak nulis, udah banyak yang nanyain :), kebetulan minggu lalu ada email promosi dari ActionCoach ke milis TDA mengenai event Massive Action Day Seminar pada tgl 21 Juni besok dan saya pun mendapatkan SMS dari ActionCoach untuk menghadiri seminar tersebut. Seminar ini dibuat setiap 3 bulan sekali oleh ActionCoach.

Seminar yang pernah saya ikuti pada awal tahun ini, mengingatkan saya akan 90 hari ke depan untuk merencanakan bisnis yang saya jalani.
Saat itu saya belajar bagaimana membuat "successful business plan" yang telah banyak digunakan oleh successful company sesuai dengan kurikulum ActionCoach yang tentunya disusun oleh sang Guru, Brad Sugars. Dan menyusun 90 hari action plan untuk bisnis saya.

Jadi saya harus membuka kembali catatan saya dari hasil seminar tersebut dan mengevaluasikan 3 bulan terakhir dari bisnis saya serta masukan2 yang berharga dari para pelanggan setia kami atas pelayanan yang kami berikan.
Dan sekaligus mengingatkan saya lagi untuk mengevaluasi visi, misi di perusahaan saya atas hasil bisnis terakhir yang kami dapatkan dan test and measure yang kami lakukan. Karena saya yakin visi, misi adalah hal penting yang terus berkembang.

Visi, Misi kadang terlupakan oleh kebanyakan orang dalam memulai berbisnis.
Banyak mereka yang memulai bisnisnya tanpa menset visi, misi tersebut. Nah saya pun harus kembali membuka pelajaran tentang membuat visi, misi yang saya dapatkan pada TDA GroupCoaching yang diberikan oleh ActionCoach pada tahun lalu, kebetulan saya, Pak Roni, Ibu Yulia, Pak Budi Rahmat, dan kawan TDA lainnya satu group di couching tersebut.

Sambil mengingatkan saya dalam membuat ulang visi, misi perusahaan saya tersebut, tidak salahnya saya share di milis TDA yah.

Visi bisnis haruslah sesuatu yang mungkin sulit tercapai namun pasti kita akan dapat mencapainya di masa yang akan datang...jika memang kita mau mencapainya...Visi pun haruslah kita set untuk kita menjadi yang terbaik dalam bisnis yang kita lakukan di wilayah/region atau dunia...

Visi yang kita buat haruslah dapat memberikan inspirasi dan spirit kepada seluruh team member dalam bisnis kita.

Brad Sugars bilang "Your Vision, it's not a goal..it's more of legacy...Vision Statement should entail : Core Values, Core Purpose and Envisioned Future..."

Contoh visi2 beberapa perusahaan terkemuka :
- GE : 'We bring good things to life'.
- Ford : 'to become the world's leading consumer company for automotive products and services'.
- DHL : 'we deliver whatever...'
- Microsoft : 'to help people and business throughout the world realize their full potential'
- Moz5 : 'Pusat Kecantikan Muslimah Terlengkap dan Terbesar di Dunia'

Nah sudah seperti itu belum yah vision statement bisnis kita?

Bagaimana kita menuju visi yang kita sudah buat, itulah Misi.
Misi adalah roadmap untuk mencapai visi tersebut.

Misi statement meliputi : siapa kita .. ; bisnis apa yang kita sedang lakukan? Siapa customer yang kita inginkan? Dan apa yang membedakan kita dengan yang lainnya.

Ok, saya buat ulang dulu deh visi dan misi perusahaan saya sebelum membuat 90 hari action plan. Mungkin sekarang sedikit berbeda harus lebih menggunakan hati dibanding otak dalam membuatnya...kata Pak Roni...dan lebih menjadi Inspired Vision and Mission...dan yang lebih penting adalah Inspired Action-nya agar visi misi tersebut tercapai...

Ada yang mau sharing tentang visi, misi bisnis anda?