Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Wednesday, January 02, 2008

10 Alasan Kenapa Saya Membuat Resolusi 2008

Saat ini sudah berada dalam tahun 2008. Beberapa dari teman sudah membuat resolusi untuk tahun 2008 ini. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah berbagi tentang Resolusi 2008 masing-masing.

Kita sama-sama mendoakan agar semua dapat tercapai sesuai dengan tindakan dan perencanaan yang kita akan lakukan untuk sasaran tersebut.

Hal penting dalam membuat sasaran/target adalah harus sesuai dengan visi hidup kita.

Beberapa hal yang membuat saya membuat resolusi/sasaran/target untuk tahun 2008 adalah :
  1. Target memotivasi kita
    Ketika kita sudah menentukan target-target kita, maka target-target itu akan berjalan dengan dua arah : kita bekerja untuknya dan sebaliknya target-target itu bekerja untuk kita. Merancang target dan berusaha untuk mencapainya bisa merupakan tantangan yang mengasyikkan. Hal ini akan memotivasi kita untuk terus bersemangat dalam mencapai target-target tersebut, cara kita bekerja dan berpikir akan berubah. Target yang kita buat harus lebih spesifik dan pilihlah yang kira-kira bisa kita raih. Jika target yang kita buat tidak masuk akal, justru bisa mengurangi motivasi kita.
  2. Target memacu keinginan
    Tahukah anda bahwa 98 dari 100 orang tidak puas dengan kehidupannya ternyata tidak mempunyai gambaran yang tidak jelas tentang kehidupan yang mereka inginkan! Mereka tidak punya target untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka, juga tidak punya arah yang dituju. Akibatnya, mereka terus saja hidup dalam keadaan yang sama tanpa ada usaha untuk mengubahnya.
  3. Target memacu cara kerja
    Cara orang bekerja atau berusaha sangat bergantung pada cara mereka memandang target mereka. Kalau kita mempunyai target yang kita anggap tidak penting, maka pekerjaan yang kita lakukan untuk menyelesaikan pasti asal saja. Sebaliknya, kalau target-targetnya dianggap penting, maka penyelesaiannya pasti dianggap serius.
  4. Target membuat prioritas kita terpelihara
    Salah satu pentingnya menyusun target adalah karena hal itu membantu kita menentukan prioritas kita sehari-hari. Tanpa target, kita cenderung untuk mengerjakan hal-hal yang tidak akan menghasilkan apa-apa bagi tujuan kita.
  5. Target dapat menyalurkan dan memaksimalkan potensi kita
    Untuk mencapai potensi kita, kita harus terus memfokuskan diri pada bidang yang sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri kita dan yang berpeluang memberikan hasil yang besar. Manusia tanpa target ibaratnya seperti manusia yang mempunyai kekuatan dan potensi luarbiasa, tetapi mereka menghabiskan kekuatan itu untuk sesuatu yang kecil dan kurang berarti yang menyebabkan mereka mengabaikan apa yang seharusnya mereka bisa lakukan.
  6. Target memberi kita kekuatan untuk hidup di masa sekarang
    Orang-orang yang sukses adalah mereka yang hidup dan bekerja di masa sekarang. Karena memang di masa sekaranglah kita mempunyai kekuatan untuk memenuhi target kita. Walaupun memang benar bahwa target adalah sesuatu yang akan kita penuhi nanti, tetapi dengan target yang kita buat membuat kita bersemangat saat sekarang ini.
  7. Target memperlancar komunikasi kita
    Dengan target kita dapat menyusun ide-ide untuk masa depan kita. Selanjutnya, karena ide-ide tersebut sudah tersusun dan terfokus, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengkomunikasikan kepada orang lain.
  8. Target membantu kita mengevaluasi kemajuan
    Masalah yang banyak dialami oleh orang-orang yang gagal adalah karena mereka jarang mengevaluasi kemajuan. Kebanyakan dari mereka tidak sadar bahwa evaluasi diri sendiri adalah penting, selain itu ada juga yang tidak tahu cara mengukur kemajuan itu.
    Target sangat penting untuk di evaluasi. Jika target kita sudah spesifik, terukur dan wajar, maka kita dapat mengukur seberapa jauh kemajuan saat ini sesuai dengan target yang kita buat.
  9. Target memacu kita untuk membuat perencanaan/action plan
    Orang-orang yang sukses selalu lebih melakukan tindakan/action daripada bereaksi/reaction. Mereka selalu membuat perencanaan/action plan dan tidak menunggu sampai orang lain menyuruh apa yang akan mereka kerjakan. Seseorang yang tidak membuat perencanaan tidak akan pernah maju. Target membantu kita membuat rencana dan membantu kita untuk membuat langkah-langkah yang tepat.
  10. Target mengubah sasaran kita dari proses mencapainya ke hasil akhirnya
    Orang-orang yang gagal biasanya adalah mereka yang tidak bisa membedakan antara proses pencapaian (action) dan hasil yang dicapai (result) dari action tersebut. Sukses tidaknya seseorang bukan dilihat dari proses pencapaiannya tetapi adalah hasil akhir yang diperolehnya.

Monday, December 17, 2007

GO HARD or GO HOME!!!

Saya diceritakan oleh seorang mentor bisnis, dia pernah pergi ke tempat fitness. Dia ingin mendaftar menjadi member dari tempat fitness tersebut. Sebelum mendaftar ia diajak keliling melihat-lihat fasilitas fitness yang ada oleh team sales.


Yang membuat dia heran dan bertanya-tanya adalah banyaknya poster pada dinding-dinding tempat fitness tersebut dengan kata-kata : GO HARD or GO HOME!!!.

Ia menanyakan kepada seorang trainer apa maksud dari kata-kata tersebut. Menurut trainer tersebut jika anda terdaftar sebagai anggota dari tempat ini, anda harus benar-benar berlatih sesuai tujuan anda untuk mendaftarkan diri. Kami tidak ingin uang anda sia-sia, kami tidak ingin fasilitas yang ada disini tidak bermanfaat untuk anda termasuk fasilitas personal trainer yang kami sediakan untuk anda. Jadi jika anda tidak berlatih keras disini lebih baik anda pulang saja karena anda tidak akan mencapai tujuan anda mendaftar disini.

Nah akhirnya dia mengingatkan saya pula bahwa ada hubungannya dengan bisnis kita juga.
Bila kita bekerja dengan setengah-tengah untuk bisnis kita, yah hasilnya pun tidak maksimal, hasilnya pun akan setengah saja. Jadi harus 100%.

Wah tamparan untuk saya dalam hati ... :(

Dia juga memaparkan tentang bagaimana kita harus bekerja di dalam bisnis kita.

Menurutnya ada 6 cara untuk kita bekerja....
  1. work with goal :
    bekerja dengan goal, seperti pertandingan sepakbola jika tidak ada gawang yang dituju tentu saja tidak ada hasil yang diraih hanya muter-muter saja. Maka harus ada goal jangka pendek, menengah maupun panjang. Semua akan berjalan secara proses, ikuti prosesnya namun perlu dipasang target akhir dari bisnis kita. Buatlah daftar impian anda.
  2. work hard :
    yah seperti penjelasan diatas semakin keras kita berkerja semakin jelas hasilnya buat kita. Jika kita tidak mengerjakan apa pun maka tak ada hasil yang kita raih.
  3. work smart :
    selain bekerja dengan keras, kita juga perlu bekerja cerdas. Buatlah sistem dalam bisnis kita sehingga semua berjalan dengan sistem yang ada. Fokuslah bekerja didalam membuat strategi bisnis dan hal penting lainnya yang memerlukan pemikiran kita.
  4. work with passion and believe :
    bersemangat dan percayalah dengan apa yang sedang kita kerja didalam bisnis kita sendiri. Jika kita sudah tidak yakin dengan bisnis kita, bagaimana mungkin customer ingin membeli produk kita. Customer akan mengetahui bahwa kita bersemangat dan percaya diri tidak saat menjual produk/jasa kita kepadanya. Bayangkan jika kita sedang berpresentasi di depan customer namun kita sendiri tidak percaya dengan bisnis kita sendiri.
  5. work with expectation :
    bekerja dengan penuh pengharapan. Lakukan berdoa kepada Tuhan dan teruslah berharap. Seperti para pemancing ikan, setiap mereka melemparkan kailnya selalu dengan satu pengharapan walaupun kadang dari sepuluh kali atau puluhan kali melempar kail hanya satu ikan yang terpancing. Tetapi terus dilakukan konsisten dan penuh pengharapan.
  6. work with fun :
    nikmatilah semua pekerjaan dan bisnis kita dengan gembira. Hargailah bisnis anda sendiri. Enjoy-lah dengan proses perjalanan bisnis anda maka kita akan mendapatkan hasil yang fuuntastic...
Mari bekerja dengan goal, bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja dengan semangat dan percaya kemudian bekerja dengan pengharapan serta bekerjalah dengan gembira maka kita akan menjadi pemenang dan membangun kerajaan bisnis kita.

Jadi anda ingin GO HARD or GO HOME???

Tuesday, December 04, 2007

Cerita Banjir dan Komunitas TDA

Musim hujan sudah tiba dan ancaman banjir mulai datang…

Saya punya cerita tentang banjir, pasti sudah banyak yang mengetahuinya.
Saat menjadi MC pada Milad TDA tahun lalu saya pernah sampaikan cerita ini.
Dan jika menonton film Pursuit of Happiness, cerita ini juga ada namun tidak disampaikan hingga usai…

Ceritanya begini…

Pada suatu hari dengan hujan yang sangat deras…Jakarta tenggelam dengan banjir.
Toto seorang pemuda yang enerjik dan tampan menjagai rumahnya dari kebanjiran.

Banjir mulai menggenangi jalan di depan rumah Toto hingga mencapai 1 meter, para tetangga mulai pada mengungsi. Mereka mengajak Toto juga untuk segera mengungsi, “Ayo, To kita ke
pengungsian, banjir mulai besar.” Namun Toto menjawab, “Saya sudah berdoa kepada Tuhan agar menolong saya dari musibah ini, saya akan tetap di rumah.”

2 jam kemudian banjir mulai memasuki rumah Toto setinggi 1,5 meter, tim SAR pun mulai berdatangan dengan mengendarai perahu karet. Tim SAR memastikan area perumahan tersebut sudah dikosongkan oleh para penghuninya, namun hanya Toto yang masih bertahan di rumahnya. Sekali lagi Toto diajak untuk segera meninggalkan rumahnya. Dan sekali lagi juga Toto menolaknya karena ia yakin Tuhan akan menjawab doanya dan Tuhan akan segera menghenti musibah ini dan menolongnya. Dia terus berdoa kepada Tuhan.

3 jam kemudian banjir sudah setinggi atap rumah, Toto mengungsi ke atas genteng. Tim SAR kembali mendatanginya dengan sebuah helicopter dan memintanya untuk segera menaiki helicopter tersebut. Tetap ia menolak pertolongan tersebut. Ia tetap yakin Tuhan akan membantu dan menyelamatkannya. Ia tetap berdoa kepada Tuhan.

Selang beberapa menit kemudian, Toto akhirnya tewas dengan sia-sia. Dan dia pun langsung bertemu dengan Tuhan dalam kematiannya. Dia protes kepada Tuhan. “Ya Tuhan, kenapa Tuhan tidak menjawab 3 kali doa saya, hingga saya tewas seperti ini.”

Tuhan menjawabnya :

“Saya sudah menjawab doa-doa kamu,
kamu ingat…saat Saya kirim tetangga kamu agar mengajak kamu mengungsi…
kemudian menjawab doa kamu kedua, Saya kirim tim SAR dengan perahu karetnya…
lalu ketiga, Saya sampai sewakan helicopter untuk menjemput kamu…kamu tetap menolak semuanya….”

Nah inti ceritanya adalah Tuhan tidak selalu menjawab doa kita dengan langsung.
Kadang doa-doa kita dijawab melalui pihak ke-tiga atau perantara.

Lalu hubungannya dengan komunitas TDA?

Yah mungkin juga pertemuan dengan komunitas TDA adalah jawaban Tuhan akan doa-doa kita.

Tinggal kita yang bisa memanfaatkan semua yang ada di komunitas ini untuk menjemput doa-doa dan impian-impian kita.

Banyak teman-teman yang sevisi, lingkungan yang positif, TDA Finance, mastermind group, sharing pengalaman dan ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh kita.

Jadi apakah anda masih ingin sendirian? Aktiflah berbagi di komunitas ini…

Wednesday, November 28, 2007

Sang Diva yang mencurikah?

Saya ingin berbagi sebuah cerita :


Pada era tahun 80an, seorang anak remaja yang berbakat ingin sekali menjadi seorang penyanyi kondang dan ingin sekali mendapatkan predikat Diva. Untuk mengawali langkah dalam mencapai impiannya tersebut, sang remaja mendatangi seorang artis terkenal yang memang sudah menjadi Diva. Diva ini kebetulan sedang di kota tersebut untuk menjadi juri dalam ajang pemilihan penyanyi favorit.

Sang remaja meminta sang diva untuk melihat dan menilai performancenya dalam menyanyi. Belum genap dua menit, sang diva meminta ia untuk berhenti bernyanyi dan mengatakan bahwa remaja tersebut tidak berbakat menjadi penyanyi dan suaranya pun jelek.

Mendengar penilaian sang diva, remaja tersebut pun langsung pulang.

Dua puluh tahun kemudian, sang remaja yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak ini, bekerja sebagai penjaga toko untuk menghidupi keluarganya. Dan secara kebetulan sang Diva yang sudah berusia enampuluhan tahun kembali ke kota tersebut untuk menjadi juri pada perlombaan menyanyi.

Sang remaja tersebut kembali menemui sang diva dan meminta sang diva untuk mengingatnya bahwa saat ia remaja dulu pernah dicap sebagai remaja tak berbakat dan bersuara sumbang. Sang remaja protes dan marah karena penilaian yang hanya melihat ia bernyanyi dalam dua menit, membuat ia berputus asa dan tidak lagi berminat menjadi penyanyi.

Sang diva pun masih teringat. Ia mengatakan bahwa ia mengatakan hal itu kepada semua calon penyanyi yang ia nilai. Menurut sang diva bahwa sang remaja harus yakin dan percaya akan dirinya sendiri jika mempunyai bakat tersebut dan diri kita sendiri yang harus percaya bahwa kita dapat mengejar impian kita sendiri dan pedulikan semua rintangan.

Lalu pulanglah sang remaja tersebut dan menyesali keputusasaannya dulu dan kini ia benar-benar mendidik anak-anaknya agar mempunyai keberanian mengejar impian mereka...

Jadi jagalah impian anda, orang-orang terdekat kita pun dapat mencuri impian kita...

"Mata yang kurang awas akan membatasi penglihatan Anda, pandangan yang kurang "awas" akan membatasi tindakan Anda" (Franklin Field)

Beranikanlah diri Anda untuk bercita-cita tinggi, jangan pedulikan datangnya rintangan yang berupa masalah, keadaan, maupun kondisi tubuh atau sekeliling kita...

Jemputlah komitmen Anda...

Friday, November 23, 2007

Re: Apakah Mimpi Harus Ditulis?

Di milis TDA, ada topik yang menarik yang di posting oleh Pak AR Junaedi, dapat dibaca di sini. Dari beberapa sharing yang ada, saya turut tertarik untuk bisa sharing juga.

Berikut ini sharing saya :

Saya setuju dengan pendapat Pak Wuryanano, bahwa selain menuliskan impiannya, kita juga harus membuat rencana bisnisnya atau strategi bisnisnya.

Ada pepatah yang saya dapat:

...tulis impiannya di atas batu karang dan tulis strateginya di atas pasir...

Artinya: Impian kita jangan pernah dirubah sebelum kita mencapainya. Tapi kita dapat merubah strategi atau rencana bisnisnya setiap saat kita mau, agar impian tersebut dapat dicapai dengan lebih cepat dan lebih nyaman.

Kalau kita lihat banyak orang membuat impian namun takut bermimpi.

Membuat impian memang tinggal ditulis, sangat mudah namun mereka takut dan malas untuk bermimpi agar impiannya dapat tercapai. Bermimpi disini maksudnya adalah membuat perencanaan dan berani menempuh jalan yang harus dilalui dan tentunya ada harga yang harus dibayar juga. Berani untuk membayar harga untuk impian kita tidak? jika iya, itulah berani bermimpi tidak hanya menuliskan impiannya.

Semoga bermaanfaat buat diri saya juga...

Wednesday, November 21, 2007

Mau Tau Rumus Sukses?

Saat acara Milad 1 TDA dan Halal Bi Halal TDA yang lalu, saat saya menjadi MC, saya sempat menyampaikan tentang rumus sukses yang saya dapat dari mentor saya.


Di blog ini saya akan sharing kembali, bahwa :

Sukses = A + B + C + D

Dimana :

A= Alat yang anda gunakan
B= Bekerja dalam bisnis anda
C= Cita-cita/impian anda
D= Doa anda

Jadi jika kita ingin Sukses, komponen-komponen tersebut harus menjadi satu kesatuan.

Di awali dengan cita-cita/impian anda lalu anda harus bekerja didalam kendaraan bisnis yang anda gunakan dalam menjemput impian anda kemudian selalu disertai oleh doa kepada Yang Maha Kuasa dan tak lupa gunakan alat untuk membantu mempercepat bisnis kita tersebut.

Yang menarik untuk saya adalah tentang Alat. Apa alat tersebut ?

Alat tersebut adalah tools yang dapat meningkatkan bisnis kita, contoh : seminar, buku-buku yang direkomendasikan, kaset/video, networking/pergaulan kita, dan lain-lain.


















Saya bersama Pak Agus Ali saat jadi MC HBH TDA 2007
photo by Be Samyono, thanks yah Pak Sam :)


Nah saya merasa bahwa TDA, sebuah komunitas bisnis ini, merupakan salah satu alat juga. Dari TDA saya mendapatkan teman-teman dan mentor yang positif, saya mendapatkan pengetahuan, referensi-referensi buku/web tentang personality, leadership, bisnis dll, saya mendapatkan link bisnis, saya mendapatkan customer, saya mendapatkan supplier, saya mendapatkan partner bisnis, saya mendapatkan ide briliant, saya dapat mengikuti workshop dan seminarnya, saya dapat beribadah di komunitas ini, saya mendapatkan klub mastermind, wah banyak lagi....dan tentunya saya pun saling membagi...dan tentunya saya pun saling membagi..

Bersyukurlah saya dapat bergabung dengan TDA dan bertemu dengan ratusan teman-teman baru yang positif dan mempunyai visi dan semangat yang sama.

Terima kasih kepada Pak Roni dan para founder yang telah menciptakan alat berharga ini.

Selamat bergabung juga untuk teman-teman yang baru bergabung dengan komunitas fuuntastic ini, TDA!

Salam fuuntastic,
Iim Rusyamsi
TDA Founder
http://www.iimrusyamsi.com
http://www.dokterkomputer.com
http://www.400education.com

Sunday, November 18, 2007

Pernah tidak anda dikatakan BODOH oleh orang lain?

Hari Minggu ini saya mau berbagi cerita yang pernah saya alami.


Tahun 2003 bulan Mei tepatnya saya resign dari sebuah perusahaan asuransi multinational untuk memulai bisnis sendiri. Jabatan terakhir saat itu adalah IT Ast Manager dan padahal saya sudah dipromosikan sbg IT Operation Manager. Dan pihak HRD saya telah memberitahu saya bahwa sekitar 7 bulan lagi perusahaan tersebut akan diakusisi dan karyawan akan diberi pesangon.

Tapi saya tetap pada pendiriannya untuk mengundurkan diri dan memberikan posisi saya kepada teman yang membutuhkan.

Beberapa teman, sahabat maupun keluarga banyak yang menyayangkan hal itu. Mereka mengingatkan kepada saya fasilitas yang diberi dari kantor tersebut : gaji, asuransi kesehatan, dan tunjangan lain-lainnya. Saya pikir saya harus memulai dan meninggalkan zona nyaman tersebut.

Mereka kontan mengatakan saya BODOH....

Malah perkataan tersebut yang membuat saya lebih terpacu...

Pernah tidak anda dikatakan BODOH oleh orang lain?

Saya punya cerita dari seorang mentor saya :

Pada suatu hari Minggu, ada 2 orang boss sedang bercerita tentang kebodohan sopirnya. Dua orang tersebut bernama Anto dan Feri.

Anto berkata : "Fer, tau gak sopir gue si Entong bodohnya minta ampun. Nih coba deh elu liat." Lalu Anto memanggil Entong dan menyuruhnya, "Entong, coba kamu pergi beli mobil Mercy, harganya seratus ribu, ini uangnya." Dan sang sopir menjawab, "Beres boss", lalu bergegas mengikuti perintah bossnya.

Kemudian Feri malah berkata : "Ah, itu mah gak seberapa, nih liat deh kebodohan sopir gue." Dan dipanggilnya, si Encep sang sopir. "Encep tolong kamu pulang ke rumah cek apakah dirumah ada saya apa tidak" kata sang boss. "Siap boss", jawab Encep sambil pergi.

Di tengah jalan mereka bertemu, Entong bercerita pada Encep, "Eh Cep, masa yah boss gue bodoh, gue disuruh beli mobil Mercy seratus ribu, padahal 'kan ini hari Minggu, toko mobil pada tutup."

Lalu Encep berkata, "Itu mah masih gak seberapa, boss gue juga aneh, masa yah gue disuruh ke rumah ngecek apakah dia ada di rumah apa gak? Padahal 'kan dia bisa cek sendiri pakai telpon, apakah dia ada di rumah apa gak?"

Nah inti ceritanya adalah jika ada yang berkata bahwa anda adalah bodoh, anda harus berjiwa besar, karena masih ada yang lebih bodoh dari kita, yah si Entong dan si Encep itu. Dan mungkin juga termasuk yang berkata itu...Hehehe...

Setiap saya bertemu dengan orang yang menyesalkan saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya atau setiap saya menemui rintangan-rintangan yang meremehkan saya maka saya selalu ingat Encep dan Entong...sehingga saya tetap semangat.

Kita harus berjiwa besar dalam menjalani usaha / bisnis kita ini, banyak tantangan dan tentangan dari orang-orang terdekat kita.

Dan belum tentu mereka peduli dengan impian kita.

Terus jemput impian anda...

Thursday, November 15, 2007

Apakah Anda Masih Ragu?

Di postingan saya sebelumnya tentang 3 Penyakit 'P', Pak Wuryanano, memberikan komentar bahwa ada satu penyakit lagi yaitu Peragu. Juga Ibu Febby memberikan tanggapannya tentang sifat peragu tersebut. Terima kasih atas komentar-komentarnya


Saya coba memberikan ilustrasi bagaimana seorang peragu itu, mohon dikoreksi juga yah.

"Anak saya, Alysa (umur 5 tahun), telah dapat mengendarai sepeda. Dia mulai belajar naik sepeda roda dua sejak umur 3 tahun. Awalnya saya memberikan sepeda yang agak besar, tujuannya supaya irit, biar sepedanya tahan lama sampai di usia 6-7 tahun. Kalau ia naiki sepeda tersebut, tentu kakinya belum sampai ke tanah. Saya harus menggendongnya untuk menaiki sepeda tersebut. Maka perlu ada yang memeganginya atau jika ia ingin bersandar harus mencari trotoar agar kakinya dapat menyentuh tanah atau mencari tanah yang empuk agar ia bisa menjatuhi diri.

Pernah kami belajar sepeda di sebuah taman yang ada bukitnya, Icha, biasa dipanggil, saat belajar selalu melihat ke belakang memastikan apakah ayahnya masih memeganginya, dia selalu teriak ayah jangan lepasin Icha yah, saya bilang : "iya, ayo Icha terus menghadap ke depan, kendarai setirnya dan kayuh terus pedalnya." Makin kencang sepeda ia kayuh dan berbelok ke kiri ke kanan.

Saat diatas bukit, jalan menurun, saya lepaskan ia, yah ia terus meluncur dengan baik, terus ia kayuh pedalnya, keseimbangannya pun bagus, dan saya pastikan ia telah bisa bersepeda. Jauh ia meluncur, berbelok-belok dan tanpa melihat kebelakang. Namun tiba-tiba ia melihat ke belakang dan melihat ayahnya jauh diatas bukit, berteriaklah ia dengan kencangnya. Dan jatuhlah ia...."

Intinya adalah di saat kita merasa aman, kita terus melaju maju ke depan namun di saat kita merasa dan berpikir tidak aman dan timbul keraguan, maju atau mundur, maka hasilnya pasti adalah kegagalan dan jatuh. Maka zona nyaman (comfort zone) ini akan menimbulkan rasa keraguan dan ketakutan. Keluarlah dari zona nyaman Anda. Jangan melihat ke belakang, goal dan impian kita ada di depan...

Wednesday, November 14, 2007

Mau Tahu Apa Permintaan Yang Tidak Bisa Jin Sanggupin (untuk TDA Srikandi)

Ada satu cerita yang akan saya persembahkan untuk para TDA Srikandi sebagai rasa terima kasih saya, yang akhir-akhir ini aktif membantu kegiatan-kegiatan TDA.

Begini ceritanya, saya bertemu dengan seorang teman saya, dia seorang pengusaha yang menjalankan bisnisnya bersama istrinya juga dan malah banyak bisnis baru yang dimotori oleh istrinya.

Sebut saja teman saya namanya, Rama. Dia lalu bercerita kepada saya, "Im gue punya cerita nih, begini ceritanya :

Suatu hari ada seorang laki-laki berjalan dipinggir pantai, tiba-tiba kakinya menabrak sebuah kendi. Diambilnya kendi tersebut dan lalu dielus-elusnya, keluarlah seorang Jin yang sangat besar. Spontan ia kaget. Si Jin mengucapkan terima kasih dan memberinya hadiah berupa akan mengabulkan permintaannya.


Si laki-laki tersebut sangat senang, dan dia mengajukan 3 permintaan. Namun jin bilang hanya 1 permintaan saja, katanya kalo 3 itu mah Aladdin...hehehe...jaman sekarang cuma 1 saja.
Wah si laki-laki sangat bingung menentukan permintaannya. Lama ia berpikir. Keluarlah satu pertanyaan tersebut.

Dikeluarkanlah satu peta dunia dan menunjuk peta Timur Tengah, dia meminta kepada Jin untuk membuat damai kawasan tersebut. Kontan Jin tertawa, dan berkata bahwa tidak mungkin wilayah tersebut damai, sudah ajukan permintaan yang lainnya saja.

Si laki-laki bujangan itu tambah bingung, akhirnya dia punya permintaan yang hebat, Jin saya ingin seorang istri yang :
- cantik
- mandiri
- rajin dan pintar
- soleha
- punya bisnis yang bagus
- cekatan
- kreatif dan inovatif
- punya jaringan bisnis yang luas
- action dan result oriented
- tidak putus asa
- berani gagal

Wah Jin kaget diminta permintaan seperti itu. Tiba-tiba Jin meminta peta timur tengah, kalau gitu saya kabulkan permintaan pertama saja, saya gak sanggup carikan kamu istri seperti itu...."

Nah inti ceritanya, kata si Rama teman saya tersebut, "Tuh Im, Jin aja gak sanggup carikan istri seperti itu, lihat dong gue, bisa punya istri seperti itu, hahahaha....", sambil jalan dia meninggalkan saya. Saya deh yang bingung...

Selamat kepada para arjuna yang mendapatkan srikandi-srikandi seperti itu. :D
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah mempersembahkan para srikandi kita.

Ini photo-photo para TDA Srikandi, lihat disini.



Monday, November 12, 2007

Sembuhkan 3 Penyakit 'P' Dahulu sebelum mendapatkan 1 Hasil 'P'

Yah sesuai judul bahwa ada 3 penyakit 'P' yang menghambat kita untuk menjadi berhasil dengan 1 'P'. Mungkin rumus bakunya menjadi P-P-P=P, nah bingung 'kan kok bisa keluar rumus seperti itu.


Ini coba saya jabarkan variabel bakunya.

Bahwa ada 3 penyakit yang umum ada di kita, penyakit ini akan sangat menghambat kita dalam meraih impian dan goal dalam kesuksesan kita. Jika kita belum bisa melawan penyakit-penyakit tersebut maka jangan harap rejeki yang kita jemput akan mendekati kita. Teruslah untuk berani melawan dan menyembuhkan dari dalam diri kita untuk mengusir penyakit-penyakit tersebut.

Penyakit-penyakit tersebut adalah :
  1. 'P' pertama adalah 'Pemalas', kita sadar bahwa kita adalah pemalas, kita hanya mau hasilnya saja, mau cepat kaya, namun prosesnya gak mau ditempuh. Kita cuma mau duduk-duduk manis menunggu rejeki nabrak kita, kita cuma mau melakukan hal-hal yang biasa saja tiap harinya, toh rejeki udah diatur, nanti juga ada durian runtuh. Kemalasan ini wajar juga namun kita harus sanggup untuk terus melawan dari kemalasan kita.
  2. 'P' kedua adalah 'Penakut', banyak dari kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda namun tetap memilih cara yang sama. Seharusnya untuk mendapatkan hasil yang beda tentu saja harus dengan cara yang berbeda pula. Dan kebanyakan dari kita takut untuk menempuh jalan yang berbeda tersebut, takut gagal, takut ditolak orang, takut dijauhi orang, takut dilecehkan, takut diasingkan, takut dimarahin lah, takut bangkrut, takut ngutang dll. Semua pasti ada resiko. Rejeki itu konon asal mulanya dari resiko, jadi mau jemput rejeki harus pula berani ambil resiko.
  3. 'P' ketiga adalah 'Pemalu', konon orang Indonesia katanya pemalu, yah cap ini sudah dari nenek moyang kita katanya. Kita malu gagal, malu melakukan hal yang tidak orang lakukan, padahal halal, malu dicemooh orang, malu ama jabatan dan pendidikan kita, wah pokoknya malu-maluin jadinya. :D Yuk kita lawan rasa malu ini dengan kepercayaan diri kita, bahwa kita mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk membuktikan kita dapat berhasil. Hanya orang yang berhenti yang akan gagal dan menjadi pecundang.
Nah jika kita berhasil melawan dan menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut. Maka hasilnya adalah 1 buah 'P', yah anda adalah 'PEMENANG', orang yang berhasil meraih impian dan goal yang sudah anda inginkan. Pemenang adalah pahlawan bagi orang-orang yang dicintainya; bagi keluarganya, bagi anak-anaknya, bagi orang tuanya, bagi sahabat-sahabatnya, bagi team kerjanya. Buktikan bahwa anda adalah pahlawan bagi mereka. Menangislah disaat anda 'sembuh' dan menjadi PEMENANG yang selalu menjadi saluran berkat dan rahmat bagi orang lain.

Jadi P-P-P=P, benar gak yah ?

Untuk diri saya.

Thursday, November 08, 2007

Apa Kata Donald Trump Untuk Meraih Sukses

Saya sedang senang menonton DVD Apprentice - Season 3. Setiap episode pasti saja ada nasehat Donald Trump yang sangat penting untuk pribadi saya.

Ada yang menarik, seorang candidate dipecat pada episode ke 12, Chris namanya, 21 tahun. Menurut saya dia walaupun dari group smart street dan lulusan SMA, cukup lama bertahan dan beberapa prestasi ia capai. Namun kepribadiannya yang membuat teman-temannya tidak menyukainya. Kebiasaan merokok / mengunyah tembakau saat bekerja telah mengganggu teman-temannya dan juga prospeknya.

Akhirnya ia dipecat hanya karena kebiasaannya tersebut dan temperamennya yang tinggi.

Ini cuplikan rekap yang saya ambil dari webnya :

"So, Trump said, "Chris, you're fired." But as Chris was leaving the boardroom, he just couldn't hold back the tears - and Trump broke with tradition again. He called Chris over and gave him some advice. He told the teary Chris to watch his temper and stay away from tobacco. Finally, Trump praised Chris, saying that he had a lot of potential and that the fired candidate would someday be a big success. "

Donald Trumph yakin Chris akan menjadi seorang yang sukses hanya Trump memintanya untuk menghentikan kebiasaannya merokok/tembakau.

Saya jadi teringat, saat tahun lalu di TDA ada seminar LUCK FACTOR yang dibawakan oleh penemu SEFT, Pak Ahmad Faiz. Saat seminar tersebut, Pak Faiz bercerita juga tentang SEFT (baca juga cerita Pak Agus Ali yang mengikuti kursus SEFT), di salah satu metode SEFT yaitu dapat membantu kebiasaan merokok, lihat disini foto-foto cara Pak Faiz memberikan terapi kepada perokok berat.


Sejak kawan-kawan TDA mengikuti seminar tersebut, mereka yang perokok berat dapat menghilangkan kebiasaannya tersebut, sebut saja yang saya ketahui adalah Pak Agus Ali dan Pak Hadi Kuntoro dan lainnya, mereka sudah tak tampak lagi merokok di setiap kegiatan TDA.

Alhamdulillah dan selamat untuk teman-teman yang sudah dapat berhenti merokok. dan Alhamdulillah kebetulan saya tidak merokok sejak awal.

Saya menemui tulisan tentang bagaimana Pak Hadi Kuntoro bisa berhenti merokok, saya temukan di blog Pak AR Junaedi, ini saya lampirkan :

Menuju Kebiasaan Baru

Kita mungkin mempunyai kebiasaan sehari-hari yang ingin kita rubah atau ingin kita capai. Seperti keinginan untuk disiplin berolahraga, untuk berhenti merokok, ingin mengurangi berat badan, ingin rutin sholat tahajud dan sebagainya. Tapi terasa berat dan sulit untuk bisa disiplin mengubah sesuatu yang sekian lama menjadi kebiasaan. Sahabat saya Pak Hadi punya tips yang sederhana tapi jitu untuk menghentikan kebiasaan merokonya. Dari seorang perokok berat menjadi 'No Smoking Area' :) Bagaimana untuk bisa berubah?

Ada 7 tips untuk menuju kebiasaan baru tersebut, selengkapnya baca di blognya Pak AR Junaedi.

Sampai berjumpa di Milad2TDA2008, apakah sudah mendapatkan kebiasaan baru tersebut nanti.

Inilah Kenapa Kita Membutuhkan Kebebasan Waktu Sekarang Juga

Beberapa hari terakhir ini yang menjadi focus di pemberitaan media massa adalah masalah kemacetan di Jakarta, banyak warga yang mengeluh sampai-sampai mereka mengajukan tuntutan ke gubernur dan mantan gubernur, Fauzi Bowo dan Sutiyoso yang disalahkan dalam mengelola system transportasi di kota besar ini.

Ada juga di harian terkemuka mengistilahkan Jakarta telah menjadi neraka. Banyak warganya yang sudah stress berat di jalan-jalan sehingga tidak asing lagi jika kita melihat adu mulut antar pengemudi hanya karena saling mendahului saat macet.

Kemarin saya bertemu client, seorang IT Head sebuah bank nasional yang berkantor pusat di Bandung, beliau selama ini tinggal di Bandung, selama 3 hari ini beliau mengikuti training yang diselenggarakan oleh perusahaan saya di Jakarta, dan beliau menceritakan kesemrawutan lalu lintas di metropolitan ini yang tiada henti dari dahulu.

Saya menjadi teringat tulisan Pak Roni di blognya berjudul Jangan Mau Seumur Hidup Habis Waktu Di Jalan, masih banyak rekan-rekan kita yang mengalami seperti ini, banyak waktu yang dihabiskan untuk dijalan. Kawan saya yang berkerja di tengah kota Jakarta, dia harus berangkat jam 5.30 pagi dari rumahnya di Bekasi untuk dapat sampai di kantornya sebelum jam 8 pagi.

Artinya hampir 2 jam setiap pagi dihabiskan dijalan dan ditambah lagi 2 jam setiap pulang harinya. Sudah 4 jam waktunya di jalan, ini masih normal menurutnya, jika keadaan hujan atau harus lembur akan lebih lama lagi, bisa 5-6 jam setiap hari di jalan. Coba bayangkan berapa waktu tersebut dikalikan 25 hari kerja lalu dikalikan 12 bulan. Berapa waktu dijalan selama 1 tahun?

Lalu jika sudah dirumah pada malam hari, kawan saya ini pun langsung terlelap tidur karena sudah kecapaian, tidak ada lagi waktu untuk bercengkerama dengan keluarga dan demikian pagi harinya, dia berangkat pun di saat anak-anaknya masih tertidur. Maka hari Sabtu dan Minggu menjadi waktu yang benar-benar tidak dapat dibuang begitu saja baginya, hari akhir pekan tersebut dijadikan hari untuk keluarganya.

Saat ini di tengah Jakarta sudah mulai tumbuh rumah-rumah mungil, seperti city house, town house, residen, apartemen-apartemen murah dan rumah-rumah sewaan. Banyak para pekerja sudah mulai kembali untuk menghuni di Jakarta walaupun rumah utamanya di pinggiran Jakarta. Mereka sudah kelelahan dengan aktifitas seperti diatas walaupun ada juga yang terpaksa berpisah dengan keluarga dan hanya pada akhir minggu saja berjumpa saat 'mudik'.

Alhamdulillah saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit dari rumah ke kantor saya. Saya tinggal di dekat kawasan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat, kantor saya ada 3. Yang pertama di Kemayoran juga, hanya 5 menit dari rumah, kedua di Mangga Dua Square kurang dari 10 menit dari rumah dan yang ketiga di Pademangan juga kurang dari 10 menit.

Dulu saya sempat tinggal di Cengkareng dan berkantor di Sudirman, bisa bayangkan saya mengalami kesuntukan di jalan setiap harinya dan sangat boros bahan bakar dan tol. Tahun 2003 saya memutuskan untuk jadi TDA (pengusaha) dan memberikan jabataan saya di TDB kepada rekan saya yang membutuhkan dan tahun 2004 saya hijrah rumah sebagai salah satu strategi hidup saya untuk mendapatkan kebebasan waktu.

Ini juga adalah impian saya untuk mendapatkan kebebasan waktu itu. Pagi hari saya masih bisa bermain dengan anak-anak saya dan kadang berkantor dulu dirumah. Sore hari saya sudah dirumah dan belajar bersama dengan anak-anak saya. Kemana pun istri saya minta diantar saya selalu siapkan waktunya. Dan saya pun tidak ketinggalan untuk dapat mengantar anak-anak saya pergi les/kursus. Yah kebebasan ini hanya bisa kita ciptakan sendiri, harus ada cara yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang beda. Kita sendiri yang menciptakan keadaan ini.

Untuk itu saya ciptakan beberapa usaha yang saya pilih kantornya tidak jauh dari rumah saya sehingga saya bebas kapan saja saya akan pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Dan alhamdulillah saya tidak begitu merasakan kemacetan yang ada karena jika memang ada kemacetan yah saya tidak pergi pada saat jam-jamnya macet, saya bebas mengatur waktunya kapan mau saya. Sehingga waktu saya dapat lebih produktif untuk kantor dan berkualitas untuk keluarga.

Dengan kondisi ini pun sehingga saya dapat juga bermasyarakat di lingkungan saya, kadang pada malam hari saya (kebetulan jadi ketua RT) dapat berkumpul dengan warga dan petugas keamanan / kebersihan di lingkungan rumah saya dan juga dapat aktif di kegiatan masjid (kebetulan juga jadi pengurus Yayasan masjid dirumah). Jadi keseimbangan dalam bisnis dan sosial pun harus kita bisa atur.

Maaf hanya sekedar sharing bukan untuk meriyakan diri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mengejar impiannya.

Jadi apakah masih mau membuang waktu anda? Take action, miracle happen.

-untuk Milad2TDA2008-

Salam fuuntastic,
Iim Rusyamsi
- jam 09.20, masih dirumah dan belum mandi-